The Implementation of Descente in Hadhanah Disputes: A Juridical and Child Psychological Perspective in Religious Courts
DOI:
https://doi.org/10.52496/mjhki.v4i1.59Keywords:
Descent, Hadhanah, The Best Interests of The Child, Child PsychologyAbstract
This study aims to analyze juridically the implementation of descente (local examination) in influencing judges' consideration of child custody disputes (hadhanah) in the Religious Court by focusing on the psychological perspective of the child. The main problem lies in the limitations of the descente function, which is classically oriented to material matters, but in practice it is beginning to be used to assess the child's parenting and emotional relationships. This study uses a qualitative method with an empirical juridical approach through literature studies, decision analysis, and in-depth interviews with judges. The data were analyzed by examining the suitability of descente practices to Islamic civil procedure law and its relevance to the psychological needs of children, such as a sense of security, emotional closeness, and developmental stages. The results of the study show that descente plays a strategic role in enriching the judge's consideration base because it is able to present the reality of children's lives that are not fully revealed through formal evidence. The child's psychological perspective also emphasizes the urgency of descent as an instrument to actualize the principle of the best interest of the child. However, it was found that there were variations in the intensity, quality, and integration of descent results into the consideration of the decision, which had implications for the inconsistency of the application of child protection principles. Thus, this study recommends strengthening normative guidelines through Supreme Court regulations and increasing the capacity of judges in understanding aspects of child psychology so that the implementation of descente is more optimal as an instrument to protect children's rights and welfare in hadhanah cases.
References
Abdul Manan, Penerapan Hukum Acara Perdata di Lingkungan Peradilan Agama, Edisi Revisi, Cet 3, (Jakarta: Pranata Media, 2005).
Abdul Manan, Reformasi Hukum Islam di Indonesia, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006).
Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, Hadis No. 2276.
Achmad Ali, Menguak Teori Hukum (Legal Theory) dan Teori Peradilan (judicial prudence), (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009).
Ahmad Kamil, M. Fauzan, Kaidah-kaidah Hukum Yurisprudensi, (Jakarta: Prenada Media, 2005), hal. 40
Ahmad Mujahidin, Peradilan Agama di Indonesia (Jakarta: Rajawali Pers, 2020).
Al-Ghazālī, Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn, bab tentang amanah pengasuhan anak.
Andi Arizal Sastra Tjandi, Aksah Kasim, dan Andi Heridah, “Kedudukan Hak Asuh Anak Akibat Cerai Hidup,” Jurnal Litigasi Asmir, X, 2 2022.
Bagir Manan, Disstenting Opinion Dalam Sistem Peradilan Indonesia, Varia Peradilan No. 253.
Bukti P-15 Putusan PA Bandung No. 2316/Pdt.G/2025/PA.Badg mengenai ikatan emosional ibu-anak.
Bustanul Arifin, Peradilan Agama dalam Bingkai Reformasi Hukum di Indonesia (Jakarta: Prenada, 2015).
Darmokoo Yuti Witanto & Arya Putra Negara Kutawaringin, Diskresi Hakim: Sebuah Instrumen Menegakkan Keadilan Substantif dalam Perkara-Perkara Pidana, (Bandung: Alfabeta, 2013).
Desmita, Psikologi Perkembangan Peserta Didik (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017).
Emeritus John Gilissen dan Emeritus Frits Gorle, Sejarah Hukum Suatu Pengantar, Diterjemahkan oleh Freddy Tangker, (Bandung: Refika Aditama, 2005).
Gustav Radbruch, Rechtsphilosophie (Leipzig: Quelle & Meyer, 1932).
H.S.A. Al Hamdani, Risalah Nikah Hukum Perkawinan Islam, (Jakarta: Pustaka Amani, 2002).
Hasil Wawancara dengan Drs. H. Abdul Mujib A.Y., M.H. & Drs. H. Darul Palah, M.H., 5 Desember 2025.
Hasil Wawancara dengan Drs. H. Abdul Mujib A.Y., M.H., 5 Desember 2025.
Hasil Wawancara dengan Drs. H. Darul Palah, M.H., 5 Desember 2025.
Hasil Wawancara dengan Drs. H. Syarip Hidayat, M.H.
http://inpasonline.com/new/konsep-adil-dalam-politik-islam. Diakses tanggal 15 Juli 2016
Kompilasi Hukum Islam, Pasal 105 dan Pasal 156 huruf (c).
Kompilasi Hukum Islam, Pasal 105.
Lili Rasjidi, Ira Rasjidi, Dasar-dasar Filsafat dan Teori Hukum, (Bandung: Alumni, 2001).
Lilik Mulyadi, Sistem Pemeriksaan Perkara Tindak Pidana Korupsi dikaji Dari Perspektif Yurisprudensi dan Pergeseran Kebijakan Mahkamah Agung RI, Artikel, hal. 9
M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat (Bandung: Mizan, 2000)
Mardani, Hukum Keluarga Islam di Indonesia (Jakarta: Prenadamedia, 2016).
Mardi Candra, Aspek Perlindungan Anak Indonesia Analisis Tentang Perkawinan Di Bawah Umur, (Rawamangun: Kencana, 2018).
Mariam Darus Badrulzaman, KUHPerdata Buku III Hukum Perikatan Dengan Penjelasan, (Bandung: Alumni, 1996).
Mohammad Daud Ali, Hukum Islam: Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2010).
Muhammad Abu Zahrah, Uṣūl al-Fiqh al-Islāmī (Kairo: Dār al-Fikr al-‘Arabī, 1997.
Otje Salman, Anton F. Susanto, Teori Hukum, Mengingat, Mengumpulkan dan Membuka Kembali, (Bandung: Refika Aditama, 2005).
Putusan Mahkamah Agung RI No. 1400 K/Pdt/2006.
Putusan PA Tasikmalaya No. 2683/Pdt.G/2022/PA.Tsm, uraian fakta pengasuhan stabil oleh ibu.
Putusan Pengadilan Agama Bandung Nomor 2316/Pdt.G/2025/PA.Badg.
Putusan Pengadilan Agama Ciamis Nomor 1278/Pdt.G/2018/PA.Cms.
Putusan Pengadilan Agama Tasikmalaya Nomor 2683/Pdt.G/2022/PA.Tsm.
QS. al-Baqarah (2): 233.
R. Subekti dan R. Tjiptpsoedibio, Kamus Hukum (Jakarta: Penerbit Pradnya Paramita, 1971).
R. Subekti, Pokok-Pokok Hukum Perdata (Jakarta: Intermasa, 2005).
Retnowulan Sutantio & Iskandar Oeripkartawinata, Hukum Acara Perdata dalam Teori dan Praktik (Bandung: Mandar Maju, 2019).
Samsul Bahri, Psikologi Anak dalam Proses Peradilan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2021).
Siti Musdah Mulia, Keadilan dan Kesetaraan Gender dalam Islam (Jakarta: LKiS, 2007).
Soedjono Dirdjosisworo, Pengantar Ilmu Hukum, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005).
Soerjono Soekamto, Kegunaan Sosiologi Hukum Bagi Kalangan Hukum, (Bandung: Citra Aditya Bakti, 1991).
Soerjono Soekanto, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum (Jakarta: Rajawali Press, 2018).
Soetandyo Wignjosoebroto, Dari hukum Kolonial ke Hukum Nasional Dinamika SosialPolitik Dalam Perkembangan Hukum di Indonesia, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1994) cet.I..
Soeyono Koesoemo Sisworo, Beberapa Pemikiran tentang Filsafat Hukum, (Semarang: Universitas Diponegoro, tt).
Sudarsono, Pengantar Ilmu Hukum, (Jakarta : Rineka Cipta, 1991).
Sudikno Mertokusumo, Hukum Acara Perdata Indonesia (Yogyakarta: Liberty, 1998).
Supardi, “Hadhanah dan Tanggung Jawab Perlindungan Anak”, Jurnal Al Manahij Vol 8 No 1, 2014.
Syamsuhadi Irsyad, Kapita Selekta Hukum Perdata Agama Pada Tingkat Kasasi, dalam hal. 20. serta Achmad Djunaeni, Putusan Pengadilan Agama Dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung, hal 149, masing-masing dalam Kapita Selekta Hukum Perdata Agama Dan Penerapannya, Mahkamah Agung RI, 2004.
Tia Shabrina, Joko Widarto, Markoni, dan Nardiman, “Pemberian Kewenangan Hak asuh Anak dibawah Umur Kepada Ayah Dalam Perkara Penguasaan Anak”, Jurnal Cinta Nusantara 2, no. 1 (2024)
Tinuk Dwi Cahyani, Hukum Perkawinan, (Malang: UMM Press, 2020, Cet. Pertama).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Pasal 4.
UU No. 35/2014 tentang Perlindungan Anak, Pasal 4 dan Pasal 7.
Yahya Harahap, Beberapa Tinjauan Mengenai Sistem Peradilan dan Penyelesaian Sengketa, (Bandung: Penerbit Citra Aditya Bakti, 1997).
Yahya Harahap, Hukum Acara Perdata (Jakarta: Sinar Grafika, 2017).
Yahya Harahap, Hukum Acara Perdata tentang Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian, dan Putusan Pengadilan (Jakarta: Sinar Grafika, 2017).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Barkah Ramdhani, Wasman Wasman, Sugianto Sugianto, Edy Setyawan, Khiyaroh Khiyaroh (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.














